Regional

Indonesia minta utusan khusus ASEAN segera kunjungi Myanmar untuk mulai dialog

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan kembali pentingnya akses bagi utusan khusus agar dapat melakukan tugasnya

Devina Halim   | 05.08.2021
Indonesia minta utusan khusus ASEAN segera kunjungi Myanmar untuk mulai dialog Para pemimpin negara-negara ASEAN mengadakan pertemuan membahas krisis Myanmar, di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta pada 24 April 2021. ( Sekretariat Kepresidenan Indonesia - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Indonesia meminta utusan khusus ASEAN untuk Myanmar segera mengunjungi negara tersebut dan berdialog dengan semua pihak.

ASEAN baru-baru ini menunjuk Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Darussalam Erywan Yusof sebagai utusan khusus untuk membantu menangani krisis di Myanmar yang dilanda kudeta militer sejak 1 Februari.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan kembali pentingnya akses bagi utusan khusus agar dapat melakukan tugasnya.

“Indonesia mengharapkan akan ada kemajuan kerja dari utusan khusus dan kemajuan ini sudah dapat dilaporkan pada pertemuan AMM yang akan datang di bulan September 2021,” kata Retno dalam konferensi pers daring, Kamis. 


Penunjukan utusan khusus ASEAN merupakan salah satu poin dalam konsensus yang disepakati para pemimpin negara ASEAN terkait krisis Myanmar saat bertemu di Jakarta, akhir April lalu.

Isi konsensus lainnya yakni menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar, dialog konstruktif antara seluruh pihak terkait untuk mencari solusi damai.

Kemudian, menyediakan bantuan kemanusiaan ke Myanmar melalui ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

Retno menyayangkan implementasi konsensus lima poin berjalan sangat lamban yang menurutnya dikarenakan tidak ada komitmen dari militer Myanmar.

Setelah proses yang cukup panjang, menurut Retno, Myanmar telah menyetujui usulan ASEAN mengenai utusan khusus tersebut.

Selanjutnya, Indonesia mendorong agar bantuan kemanusiaan bagi rakyat Myanmar segera diberikan.

Retno juga mengangkat isu bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar dalam pertemuan dengan beberapa mitra ASEAN.

“Sekjen ASEAN dan AHA Centre akan segera menyusun modalitas pemberian bantuan kemanusiaan sehingga dapat menjangkau semua rakyat yang memerlukan,” ungkap Retno.


Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Kelompok masyarakat sipil mencatat 946 orang tewas sejak militer melakukan kudeta di Myanmar dan 5.495 orang masih ditahan hingga 4 Agustus.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.