Politik, Dunia

Trump sebut Partai Demokrat jadi ancaman terbesar AS saat ini

Trump menyebut Partai Demokrat sebagai ancaman utama bagi Amerika Serikat

Seda Sevencan  | 22.03.2026 - Update : 24.03.2026
Trump sebut Partai Demokrat jadi ancaman terbesar AS saat ini

ISTANBUL

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Partai Demokrat sebagai “ancaman terbesar” bagi negaranya, menyusul pernyataannya terkait “kehancuran Iran” di tengah situasi politik domestik yang memanas.

Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social pada Minggu (22/3), Trump mengatakan bahwa setelah Iran tidak lagi menjadi ancaman, musuh terbesar Amerika Serikat kini adalah Partai Demokrat.

“Sekarang dengan kehancuran Iran, musuh terbesar Amerika adalah Kaum Kiri Radikal, Partai Demokrat yang sangat tidak kompeten,” tulis Trump.

Dalam unggahan terpisah, Trump juga mengumumkan bahwa agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) akan dikerahkan ke bandara untuk membantu petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) mulai Senin (23/3). Ia memuji dedikasi petugas TSA yang tetap bekerja meski menghadapi situasi sulit.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Trump mengancam akan mengirimkan agen ICE ke bandara jika Partai Demokrat tidak menyetujui penghentian sebagian penutupan pemerintahan (government shutdown).

Trump menuduh Partai Demokrat menghambat pendanaan yang telah disepakati sebelumnya, serta lebih fokus melindungi imigran ilegal dengan catatan kriminal.

Sejak Februari, sebagian layanan pemerintah Amerika Serikat mengalami penutupan setelah Partai Republik dan Demokrat gagal mencapai kesepakatan anggaran. Akibatnya, sejumlah pekerja federal, termasuk petugas TSA, tetap bekerja tanpa menerima gaji karena dikategorikan sebagai pekerja esensial.

Di sisi lain, Partai Demokrat menolak memberikan tambahan anggaran untuk ICE kecuali dilakukan reformasi signifikan, menyusul kebijakan penindakan imigrasi yang kontroversial dan menuai kritik publik dalam beberapa bulan terakhir.

Selama masa penutupan, Demokrat di Senat berupaya meloloskan rancangan undang-undang terpisah untuk mendanai lembaga lain di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri, termasuk TSA dan Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA). Namun, upaya tersebut ditolak oleh Partai Republik.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın