Pizaro Gozali Idrus
13 Oktober 2020•Update: 14 Oktober 2020
JAKARTA
Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menyerahkan sepenuhnya kepada Yang di-Pertuan Agong untuk memutuskan terkait sikap pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim yang mengklaim mengantongi dukungan mayoritas parlemen.
"Maka kita harus memberikan kepercayaan kepada baginda untuk memutuskan apa yang sepatutnya diputuskan," kata Muhyiddin dalam konferensi persnya di Kuala Lumpur.
Muhyiddin menyebut Agong adalah orang yang bijaksana dan memahami dari sudut pandang perannya sebagai Raja Malaysia.
“Ketentuan-ketentuan dalam konstitusi dan sebagainya sepenuhnya menjadi kekuasaan Yang di-Pertuan Agong,” ucap Muhyiddin dalam konferensi persnya di Kuala Lumpur.
Menurut Muhyiddin, prioritasnya saat ini adalah memulihkan perekonomian negara yang terdampak Covid-19.
"Saya masih di sini sebagai perdana menteri. Pekerjaan dan kepercayaan ini harus saya jalankan,” ungkap dia.
Selasa pagi, Anwar Ibrahim mengatakan telah menyerahkan dokumen sah terkait dukungan mayoritas parlemen kepada dirinya untuk menjadi perdana menteri kepada Yang di-Pertuan Agong.
“Ini mencapai lebih dari 120 anggota parlemen,” ujar Anwar Ibrahim dalam konferensi pers di Kuala Lumpur.
Anwar mengatakan Raja kini akan memeriksa dokumen-dokumen tersebut selama beberapa hari ke depan dan memanggil para pemimpin partai untuk menyampaikan pendapat mereka.
“Tapi karena Yang di-Pertuan Agong akan memanggil pimpinan partai, sudah sewajarnya kita bersabar, memberi ruang dan kewenangan bagi Agong untuk memutuskan,” ucap ketua oposisi Pakatan Harapan itu.
Diperlukan minimal 112 dari 222 kursi anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan di Malaysia, sedangkan koalisi oposisi Pakatan Harapan kini hanya mengantongi 91 suara.