Muhammad Nazarudin Latief
05 April 2019•Update: 09 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim, Kamis mengatakan transisi kekuasaan antara dia dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akan lancar tanpa gejolak pada empat partai koalisi Pakatan Harapan.
"Masalah transisi sejauh menyangkut kepemimpinan sudah cukup diselesaikan," kata Anwar kepada Channel News Asia di sela-sela acara perayaan ulang tahun ke-20 partai.
"Mahathir telah berulang kali menegaskan kembali posisi tersebut. Anwar akan berhasil, dan saat ini sebagaimana disepakati, Mahathir akan menjadi perdana menteri, (Wan Azizah) akan menjadi wakil perdana menteri," katanya, merujuk pada perjanjian antara dia dan Mahathir tahun lalu.
"Yang lebih penting adalah posisi keempat partai di koalisi," tambahnya. "Tidak ada ... pendapat berbeda tentang masalah transisi."
Anwar, yang kini menjabat sebagai anggota parlemen untuk Port Dickson, mengatakan bahwa Mahathir diberi ruang untuk "memetakan agenda baru ".
"Sejujurnya saya tidak merasakan masalah ketika transisi. Saya telah mengatakan berulang kali bahwa kita harus memberikan ruang, kepercayaan kepada Mahathir, untuk memetakan agenda baru ini, agenda reformasi," katanya. "Dan dia telah melakukan itu dengan tepat."
Anwar juga mengatakan PKR telah melakukan reformasi politik.
"Ini adalah gerakan reformasi yang berkomitmen untuk mengubah apa yang kami anggap sebagai masyarakat usang dan represif menjadi sistem pemerintahan yang lebih transparan dan demokratis," katanya.
"Dan saya pikir, meskipun awalnya dikaitkan dengan pembebasan Anwar. Gerakan ini fokus pada reformasi peradilan, kebebasan media dan pemilihan demokratis yang bebas dan adil."