Astudestra Ajengrastrı
11 Mei 2018•Update: 11 Mei 2018
Adem Salvarcioglu
ANKARA
Mahathir Mohamad, pemimpin aliansi oposisi di Malaysia dan meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan parlemen hari Rabu, telah dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia ketujuh pada Kamis.
Mahathir, 92 tahun, dilantik di sebuah upacara yang diadakan di Istana Negara.
Dalam sebuah pernyataan, istana menyangkal berita yang mengatakan bahwa Raja Sultan Muhammad V menunda pengangkatan Mahathir.
Pernyataan itu menambahkan bahwa Raja Muhammad sangat mendukung dan menghormati demokrasi dan bahwa laporan itu tidak mencerminkan kebenaran.
Di Malaysia, perdana menteri yang memiliki kekuasaan administratif ditunjuk oleh Raja yang memegang sebagian besar peran seremonial.
Sebelumnya hari ini, berbicara pada konferensi pers di Kuala Lumpur, Mahathir mendesak untuk membentuk pemerintahan, mengklaim bahwa saat ini Malaysia tidak memiliki pemerintahan kuat.
"Kami ingin membentuk pemerintah segera," katanya, menambahkan bahwa ia bisa mengambil sumpah jabatan di kemudian hari, jika Raja Sultan Muhammad V menunjuk dia untuk membentuk pemerintah.
“Kami ingin mendirikan pemerintah dengan sumpah hari ini. Karena saat ini belum ada pemerintahan Malaysia. Kami perlu membentuk pemerintah tanpa penundaan," tambah dia.
Koalisi oposisi pimpinan Mahathir, Harapan Rakya, mengamankan 122 deputi di parlemen yang memiliki 222 kursi, yang cukup untuk membentuk pemerintah.
Perdana Menteri inkumben Najib Razak menerima hasil pemilihan setelah Organisasi Nasional Malaysia-nya yang berkuasa (UMNO) hanya memenangkan 79 kursi di parlemen.
Dengan hasil pemilihan pada Rabu, UMNO kehilangan kursi mayoritas untuk pertama kalinya sejak Malaysia merdeka tahun 1957.
Mahathir adalah perdana menteri negara itu selama 22 tahun, antara 1981 dan 2003, menjadikannya pemimpin yang melayani paling lama di negara itu. Ia juga dikenal sebagai teman dekat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.