Politik, Regional

Mahathir pertanyakan keabsahan dukungan 138 anggota parlemen

Mahathir pun tidak tahu menahu bagaimana dukungan itu telah dikumpulkan untuk dirinya

Pızaro Gozalı Idrus   | 14.02.2020
Mahathir pertanyakan keabsahan dukungan 138 anggota parlemen Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tidak terlihat) mengadakan konferensi pers setelah mereka melakukan pertemuan di Kompleks Presidensial, Ankara, Turki pada 25 Juli 2019. (Mehmet Ali Özcan - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Mahathir Mohamad mempertanyakan keabsahan deklarasi dukungan yang disebut-sebut ditandatangani oleh 138 anggota parlemen dari koalisi pemerintahan maupun oposisi untuk menjabat sampai periode berakhir.

Mahathir pun tidak tahu menahu bagaimana dukungan itu telah dikumpulkan untuk dirinya.

"Jika itu benar, ini berarti beberapa anggota parlemen Pakatan juga mendukung langkah tersebut," kata Mahathir di Malaysia pada Jumat seperti dikutip media lokal The Star.

Sebaliknya, Mahathir menyindir orang-orang yang menginginkan dia tetap menjabat sebagai Perdana Menteri hingga tahun 2020.

"Saya sudah 94 tahun. Dalam beberapa bulan, saya akan 95 tahun. Bagaimana saya bisa berdiri (bekerja) selama itu," kata Mahathir.

Sementara itu, Anwar Ibrahim juga menegaskan Mahathir tidak terlibat dalam upaya penggalangan dukungan dari parlemen untuk tetap melanjutkan kekuasaan.

“Perdana menteri tidak terlibat dalam upaya itu dan mengulangi pernyataan bahwa ia akan mengundurkan diri seperti yang dijanjikan,” ujar Anwar dalam rilis yang diterima Anadolu Agency pada Jumat.

Anwar menyampaikan ini setelah bertemu dengan Mahathir untuk membahas peralihan kekuasaan sebagaimana dijanjikan dalam koalisi Pakatan Harapan.

“Saya mengangkat masalah ini karena ada upaya dari PAS, UMNO dan sejumlah kecil dari PKR itu sendiri yang mencari tanda tangan untuk mendukung kepemimpinan Tun Dr Mahathir hingga akhir masa jabatan,” ujar Anwar.

Anwar berharap Mahathir tetap bisa memimpin Malaysia sampai KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada November 2020 mendatang, sebagaimana pernah dijanjikan Mahathir.

Namun masalah ini, kata Anwar, akan diselesaikan pada pertemuan Dewan Kepresidenan Pakatan Harapan (PH) pada 21 Februari.

Sebelumnya, media lokal The Star pada Jumat melaporkan Mahathir Mohamad mendapat dukungan dari 138 anggota parlemen kubu pendukung pemerintahan Pakatan Harapan maupun oposisi Barisan Nasional untuk menjabat sebagai perdana menteri sampai akhir jabatan.

Mahathir artinya hanya butuh 10 suara lagi dari total 222 kursi parlemen atau mendapat dukungan dua per tiga legislator untuk bisa menjabat sampai akhir periode yakni 2022.

Sementara itu, Partai Islam Se-Malaysia (PAS) telah menyampaikan dukungannya kepada Mahathir untuk melanjutkan jabatan hingga 2022.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın