Hayati Nupus
15 Juni 2019•Update: 16 Juni 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan warga Tual dan Saumlaki, Provinsi Maluku, terbangun dari tidur saat gempa bumi berkekuatan M 5,7 mengguncang Laut Banda, Sabtu dini hari, pukul 03.10 WIB.
“Kekuatannya signifikan, mereka merasakan kuatnya guncangan gempa ini,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya pada Sabtu.
Daryono mengatakan informasi awal menunjukkan gempa ini berkekuatan M 6,4 namun kemudian BMKG memutakhirkannya menjadi M 5,7.
Gempa ini, ujar Daryono, berpusat di koordinat 5,84 LS dan 130,77 BT, berjarak 216 km arah barat Kota Tual, dengan kedalaman laut 125 km.
Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lanjut Daryono, ini merupakan jenis gempa berkedalaman menengah akibat aktivitas Subduksi Banda di zona Weber Deep.
Daryono menerangkan bahwa zona Weber Deep merupakan cekungan raksasa pada busur muka dalam sistem Subduksi Banda yang melengkung di Laut Banda dengan kedalaman mencapai 7,2 km.
Berdasarkan analisis mekanisme sumber, tambah Daryono, gempa ini terjadi karena deformasi batuan dengan kombinasi pergerakan naik dan mendatar.
Berdasarkan peta tingkat guncangan BMKG, wilayah yang mengalami guncangan gempa ini mencakup Seram, Kaimana, Dobo, Pulau Damar, Buru, Wetar, Obi, dan Misol.
Sejauh ini, kata Daryono, belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa.
Meski begitu, imbuh Daryono, gempa tidak berpotensi tsunami.
Hasil monitoring BMKG hingga pukul 03.30 WIB juga tak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
BMKG mencatat sejarah gempa kuat pernah terjadi di zona Deep Weeber seperti gempa Banda yaitu pada 1918 dengan kekuatan M 8,1; pada 1938 dengan kekuatan M 8,4; 1950 dengan kekuatan M 7,6; 1950 dengan kekuatan M 8,1; dan 1963 dengan kekuatan M 8,2.
“Dengan memperhatikan banyaknya catatan sejarah gempa kuat ini, maka zona Subduksi Banda merupakan kawasan sangat rawan gempa dan tsunami yang patut diwaspadai di wilayah Indonesia timur,” pungkas Daryono.