Muhammad Nazarudin Latief
11 Februari 2021•Update: 13 Februari 2021
JAKARTA
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terpilih sebagai co-chair the Coalition of Finance Ministers for Climate Action (Koalisi) periode 2021-2023 menggantikan Menteri Keuangan Chile.
Indonesia bersama dengan Finlandia,yang juga terpilih sebagai co-chair, akan memimpin 52 negara lain mengarahkan kebijakan fiskal, manajemen keuangan publik dan mobilisasi pendanaan untuk kebijakan perubahan iklim.
“Indonesia dipercaya mengarahkan dan menangani masalah perubahan iklim. Ini tidak lepas dari berbagai aksi nyata mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dilaksanakan Indonesia selama ini,” ujar Menteri Sri Mulyani dalam siaran persnya.
Koalisi ini dibentuk saat Sidang Tahunan IMF - World Bank pada Oktober 2018 di Bali.
Ini adalah forum untuk mendukung upaya kolektif para menteri keuangan memobilisasi pendanaan perubahan iklim untuk mendorong aksi perubahan iklim di level domestik maupun global.
Dalam aktivitasnya, Koalisi dipimpin oleh dua co-chair, yaitu satu menteri keuangan yang mewakili negara-negara maju, dan dari negara yang mewakili negara-negara berkembang.
Indonesia menurut Menteri Sri Mulyani memiliki komitmen kuat dalam pengendalian perubahan iklim melalui berbagai kebijakan dan instrumen.
Antara lain penandaan APBN untuk perubahan iklim, pembentukan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), pembentukan Pooling Fund Bencana (PFB) dan aktivasi instrumen pembiayaan inovatif seperti green sukuk.
“Indonesia juga berkomitmen terhadap Persetujuan Paris, yang akan mengurangi emisi hingga 29 persen dengan upaya sendiri, atau 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030,” ujar dia.
“Indonesia juga akan berperan dalam menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dalam isu perubahan iklim,” ujar dia.