Nasional

Seekor gajah mati di Sumatra dengan pestisida di tubuhnya

Hutan Produksi Air Teramang dan sekitarnya merupakan habitat terakhir kelompok besar gajah liar di Bengkulu

Hayati Nupus  | 02.07.2018 - Update : 03.07.2018
Seekor gajah mati di Sumatra dengan pestisida di tubuhnya Ilustrasi. Gajah tewas. ( Junaidi Hanafiah - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

Hayati Nupus

JAKARTA

Seekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di Hutan Produksi Air Teramang, Sungai Rumbai, Mukomuko, Bengkulu.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu, Suharno, mengatakan saat ditemukan kondisi gajah betina berusia 20 tahun itu telah hancur dan membusuk.

“Diperkirakan gajah itu telah mati sekitar seminggu lalu,” ujar Suharno kepada Anadolu Agency, Senin.

Suharno mengatakan, hasil pemeriksaan TKP, tim gabungan yang terdiri dari dokter hewan, polisi hutan dan Babinsa menemukan terdapat pondok perkebunan yang roboh di dekat lokasi gajah mati. Tim juga menemukan kotoran dan jejak kaki kelompok gajah liar di sekitar pondok itu.

Sabtu lalu, ungkap Suharno, tim gabungan telah menekropsi atau mengautopsi hewan tersebut. Hasilnya, sejumlah organ sudah mulai membusuk dan terdapat pestisida di dalam tubuh gajah tersebut.

“Kami menemukan pestisida di dalamnya,” kata Suharno.

Selain itu, ungkap Suharno, lokasi kejadian hanya beberapa kilometer dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan perkebunan sawit.

Hingga saat ini, menurut Suharno, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian gajah di hutan produksi tersebut. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama kepolisian tengah menginvestigasi kasus ini.

Hari ini, ujar Suharno, BKSDA Provinsi Bengkulu telah mengirim 14 sampel tubuh gajah betina itu ke laboratorium di Bogor untuk mengetahui penyebab kematian gajah tersebut. Hasil uji laboratorium bisa diperoleh paling cepat dalam sepekan ke depan.

Suharno mengatakan bahwa Hutan Produksi Air Teramang dan sekitarnya merupakan habitat terakhir kelompok besar gajah liar di Bengkulu. Wilayah ini pernah menjadi habitat kelompok besar gajah liar yang hingga mencapai 40 ekor.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın