Erric Permana
09 April 2019•Update: 09 April 2019
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), menargetkan partisipasi pemilu tahun ini mencapai 77.5 persen.
Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar mengatakan kementeriannya terus menggencarkan sosialisasi Pesta Demokrasi yang puncaknya dihelat melalui pencoblosan kertas surat suara pada tanggal 17 April 2019.
Bahtiar juga menekankan pentingnya sosialisasi Pemilu untuk pemilih Pemula dan kaum Millenial.
Sebab, dia menilai, tingkat pemahaman pemilih pemula dianggap masih minim dan belum memadai dalam menghadapi hari pencoblosan pada tanggal 17 April 2019 nanti.
“Adik-adik kita ini yang akan menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019 memang belum cukup banyak informasi yang diketahui. Pemahaman surat suara, bagaimana cara mencoblos, itu hampir blank mereka itu,” kata Bahtiar di Jakarta.
Dengan gencar dan masifnya sosialisasi Pemilu bagi Pemilih Pemula, Bahtiar mengharapkan adanya transfer pengetahuan dan pemahaman tentang pendidikan politik yang akan membentuk pemilih yang rasional dan cerdas dalam rangka melahirkan pemimpin cerdas.
Lebih lanjut Bahtiar meminta forum atau sosialisasi Pemilu 2019 khususnya bagi pemilih pemula dapat dihadirkan dan digerakkan di seluruh wilayah.
“Jangan sampai pemilih pemula kita tidak menggunakan hak pilihnya karena ketidaktahuan atau kekurangan informasi atau sebagainya,” pungkas dia.