Erric Permana
15 Desember 2020•Update: 15 Desember 2020
JAKARTA
Pemerintah mengklaim hingga kini belum terbukti adanya klaster penularan Covid-19 akibat Pilkada Serentak 2020.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan kerumunan Pilkada 2020 belum menjadi klaster baru.
"Semua saran kita tampung, kita ajarkan protokol kesehatan," kata Mahfud seperti dikutip keterangan resmi Kemenkopolhukam pada Senin.
Menurut dia, Pilkada Serentak 2020 berhasil digelar pada sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.
"Kami bersyukur berhasil mengatasi kekhawatiran, kecemasan yang dulu muncul ketika pilkada serentak ini akan dilaksanakan di dalam suasana Covid-19," ujar Mahfud.
Mahfud MD memberikan apresiasi atas kepedulian masyarakat menyusul meningkatnya partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2020.
"Tingkat partisipasi, alhamdulillah meningkat. Dulu partisipasi kita di pilkada serentak 2015 itu adalah 69,02 persen, sekarang naik menjadi 75,82 persen jauh lebih tinggi dari pemilihan yang ada di Amerika," kata Mahfud.
"Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh ormas-ormas, kepada LSM yang secara objektif mensyukuri keberhasilan Pilkada yang dulu dikhawatirkan bersama ini," tambah dia.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, keberhasilan Pilkada di masa pandemi bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain.
"Pada 2020 ini ada 90-an negara yang melaksanakan pemilihan. Pilkada ini adalah election nomor dua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan berlangsung cukup baik" ujar dia.
"Ketegasan dari aparat keamanan TNI, Polri, Satpol PP yang telah selesai mencoblos supaya mencegah kerumunan, juga mempermudah rekan-rekan di TPS."