Hayati Nupus
22 Maret 2019•Update: 25 Maret 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Satu individu orangutan betina berusia 7 tahun ditemukan dalam kondisi malnutrisi di perkebunan sawit di Dusun Rikit, Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.
Ketua Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) Panut Hadisiswoyo mengatakan orangutan yang kemudian diberi nama Pertiwi itu ditemukan tak jauh dari lokasi orangutan Hope terkapar dengan 74 peluru.
“Saat kami temukan, kondisinya sudah lemah,” ujar Panut, Kamis, dalam siaran pers.
Panut mengatakan Selasa lalu pihaknya memperoleh informasi dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh soal adanya sejumlah individu orangutan yang terjebak di kebun masyarakat.
Sesampainya di lokasi, lanjut Panut, OIC dan BKSDA Aceh mendapati beberapa sarang orangutan baru sekitar 10 kilometer dari Suaka Margasatwa Rawa Singkil dan Pertiwi ada di dalam sarang tersebut.
Esoknya, tambah Panut, Pertiwi masih ada di dalam sarang dan tim merekomendasikan agar dia ditranslokasikan.
Saat dokter memeriksa Pertiwi, kata Panut, dia hanya memiliki bobot 5 kg dengan kondisi tangan kanan kurang responsif.
“Hasil pemeriksaan fisik, didapati indikasi cedera pada tangan sebelah kanan dan Pertiwi tidak bisa dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” tutur Panut.
Selanjutnya, ujar Panut, Pertiwi dibawa ke karantina milik Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) di Sibolangit, Sumatra Utara, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan saat ini tim terus memantau kemungkinan keberadaan orangutan lain di wilayah tersebut.
“Kami perkirakan masih ada orangutan yang terisolasi,” ujar dia.
Pemantauan dan evakuasi ini, lanjut Sapto, demi mencegah konflik dan perburuan orangutan.