Pizaro Gozali İdrus
07 Desember 2017•Update: 07 Desember 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengecam keras pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas Yerusalem, Palestina, sebagai ibu kota Israel, menggantikan Tel Aviv.
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menjelaskan tindakan Trump akan merusak perdamaian dunia dan mengarah pada konflik yang tak berkesudahan.
Said menegaskan Yerusalem adalah ibu kota Palestina yang telah diakui kedaulatannya. Hal ini sebagaimana tertuang dalam resolusi PBB yang menegaskan perlindungan Yerusalem atas okupasi Israel.
“Oleh karena itu, PBNU mendesak PBB segera mengesahkan keanggotaan Palestina menjadi anggota resmi dan memberikan hak setara sebagai rakyat dan negara yang merdeka,” ujar Said di Jakarta, Kamis.
Said menegaskan NU sudah memberikan sejumlah rekomendasi untuk mewujudkan kedaulatan Palestina dalam Muktamar ke 33 di Jombang pada 2015.
Dalam pertemuan tingkat tinggi itu, NU mendorong Indonesia untuk proaktif membantu problem yang terjadi di Palestina.
“Pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi penengah yang bisa memediasi dinamika politik yang sedang terjadi,” kata Said.
Said menyerukan kepada warga NU untuk membaca doa qunut nazilah, memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah SWT, agar tercipta situasi damai di Palestina dan dunia.