Nasional

Menteri Sosial bantah pemberitaan 22 juta orang kelaparan di Indonesia

Pemberitaan menyebutkan riset Asian Development Bank (ADB) bahwa selama pemerintahan Presiden Joko Widodo sebanyak 22 juta orang mengalami kelaparan.

Erric Permana   | 08.11.2019
Menteri Sosial bantah pemberitaan 22 juta orang kelaparan di Indonesia Ilustrasi: Suasana di salah satu kawasan kumuh Jakarta. (Jefri Tarigan - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pemerintah membantah pemberitaan terkait hasil riset Asian Development Bank (ADB) bersama International Food Policy Research Institute (IFPRI) yang menyebut selama periode pemerintahan Presiden Joko Widodo 22 juta orang mengalami kelaparan.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan media yang memberitakan tersebut tidak sesuai menerjemahkan hasil riset ADB tersebut.

Menurut dia, riset itu hanya menyebutkan mengenai masyarakat yang mengalami gizi buruk bukan kelaparan.

Kementerian sosial tetap menjalankan seluruh program sosial misalnya program menekan gagal tumbuh atau stunting, program bantuan sosial serta jaminan kesehatan nasional

"Vulnerability itu artinya rentan, malnutrition itu artinya gizi buruk bukan kelaparan. Itu salah penggunaan katanya dan itu tidak pas," Kata Juliari Batubara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jumat.

Untuk menindaklanjuti mengenai riset tersebut, Juliari mengatakan program pemerintah telah berjalan, namunbutuh waktu.

Dalam laporan bertajuk 'Policies to Support Investment Requirements of Indonesia's Food and Agriculture Development During 2020-2045', Asian Development Bank (ADB) dan International Food Policy Research Institute (IFPRI) mengungkapkan ada sekitar 22 juta orang mengalami kelaparan.

Mereka yang menderita kelaparan tersebut merupakan masyarakat yang terlibat di sektor pertanian.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.