Erric Permana
15 Juli 2020•Update: 15 Juli 2020
JAKARTA
Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana (pur) Ade Supandi menilai perlu ada pembaruan alat utama sistem persenjataan (alutsista) terkait karamnya KRI Teluk Jakarta 541.
Ade Supandi mengatakan berdasarkan program 'Minimum Essential Force' (MEF) 2020 - 2024 atau kekuatan pokok minimum pertahanan Indonesia, ada sejumlah kebutuhan milik TNI AL untuk mengganti alutsista yang sudah usang.
Meski demikian, dia enggan menyebutkan apa kebutuhan alutsista TNI AL dalam MEF tersebut.
"Yah pembaruan itu harus ada," kata Ade Supandi melalui pesan singkat kepada Anadolu Agency pada Rabu.
Sebelumnya, Kapal perang KRI Teluk Jakarta 541 milik TNI Angkatan Laut tenggelam di kedalaman sekitar 90 meter Perairan Timur Laut Pulau Kangean, Jawa Timur pada Selasa.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Mohamad Zaenal mengatakan tenggelamnya kapal tersebut lantaran mengalami kebocoran.
Seluruh ABK yang berjumlah 55 orang dalam keadaan selamat, 54 ABK diselamatkan oleh KM Tanto Sejahtera yang sedang berlayar di posisi lima Nautical Mile dari lokasi kejadian sementara 1 ABK lainnya ditolong oleh KM Dobonsolo.
"Gelombang laut di sekitar lokasi saat kejadian cukup tinggi sekitar dua hingga empat meter," ujar Muhammad Zaenal pada Rabu melalui pesan singkat.