Nasional

LSM: Indonesia alami 18 kecelakaan alutsista sejak 2015

Peneliti Imparsial Hussein Ahmad mengatakan meski mengalami peningkatan anggaran tiap tahun, namun angka kecelakaan alutsista terus meningkat

Erric Permana   | 04.05.2021
LSM: Indonesia alami 18 kecelakaan alutsista sejak 2015 Ilustrasi: Kapal perang. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

LSM Imparsial menyatakan kecelakaan alat utama sistem persenjataan seperti yang dialami KRI Nanggala-402 bukan kali pertama terjadi.

Peneliti Imparsial Hussein Ahmad mencatat sejak 2015 hingga kini kecelakaan alutsista terjadi sebanyak 18 kali.

Alutsista yang mengalami kecelakaan, yakni lima pesawat, lima helikopter, enam kapal, satu artileri, dan satu kendaraan tempur.

Dia pun menyebut kecelakaan itu merenggut korban dari pihak sipil sebanyak 86 orang.

"Tidak hanya merenggut korban jiwa dari pihak TNI prajurit terbaik kita tetapi korban sipil ini angka luar biasa sebetulnya harus jadi perhatian pemerintah kita," jelas Hussein Ahmad dalam diskusi virtual pada Selasa.

Meski anggaran pertahanan mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun angka kecelakaan alutsista juga terus meningkat. 

Pada 2017 lalu anggaran pertahanan mencapai Rp108 triliun dan pada 2020 meningkat menjadi Rp136 triliun.

Dia juga mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo yang tidak mengimplementasikan visi poros maritim dunia untuk memperkuat matra TNI Angkatan Laut.

Peneliti Imparsial Hussein Ahmad mengatakan seringkali anggaran yang dialokasikan untuk TNI Angkatan Laut lebih rendah dibandingkan TNI Angkatan Darat.

"Tidak ada kenaikan dalam belanja alutsista untuk matra laut dan udara," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan catatan wartawan senior Kompas Edna C Pattisina, saat ini TNI AL memiliki 160 KRI dan 60 persen di antaranya berusia 30 tahun.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın