Kondisi jurnalis Indonesia tertembak di Hong Kong berangsur membaik
Hasil CT scan normal, dokter terus mengobservasi Veby Mega Indah hingga sepekan mendatang, ujar KJRI Hong Kong
Jakarta Raya
JAKARTA
Kondisi jurnalis asal Indonesia Veby Mega Indah yang terkena tembakan saat meliput demonstrasi di Chai Wan, Hongkong, sudah stabil, ujar Konsul Muda Divisi Penerangan Sosial Budaya Konsul Jenderal RI di Hongkong Vania Alexandra.
Vania mengatakan saat menjenguk Veby, Tim Perlindungan WNI KJRI Hongkong mendapati kondisi Veby sudah berangsur membaik.
“Hasil CT Scan normal, dan yang bersangkutan mendapat luka jahitan di kelopak mata,” ujar Vania, Senin, kepada Anadolu Agency melalui pesan pendek.
Vania mengatakan dokter masih akan mengobservasi kondisi Veby hingga sepekan mendatang.
Veby merupakan jurnalis Harian Suara, koran berbahasa Indonesia yang terbit di Hong Kong.
Saat meliput demonstrasi penolakan revisi UU Ekstradisi pada Minggu kemarin, Veby terkena tembakan polisi yang tengah mengusir massa unjuk rasa.
“First aid, first aid!” teriak Veby saat peluru menyasar kelopak matanya, seperti dikutip rthk.hk.
Veby rebah ke tanah dan relawan medis segera membalut lukanya sebelum ambulans tiba untuk membawa perempuan itu ke rumah sakit.
KJRI Hong Kong telah meminta otoritas setempat untuk menyelidiki lebih lanjut insiden tersebut.
“Kami telah berkomunikasi dengan otoritas Hong Kong mengenai kronologis dan meminta penyelidikan lebih lanjut mengenai kejadian ini,” ujar Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Ricky Suhendar.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
