Nicky Aulia Widadio
04 November 2020•Update: 05 November 2020
JAKARTA
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menurun selama libur panjang pekan lalu.
Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menuturkan hal itu diketahui berdasarkan pemantauan di lokasi wisata, pusat perbelanjaan, hingga restoran.
Satgas menerima 3 juta laporan pada 28 Oktober hingga 1 November, dengan jumlah orang yang dipantau mencapai lebih dari 1 juta orang pada 173.079 lokasi wisata di 34 provinsi.
Menurut Dewi, jumlah orang yang dipantau di tempat wisata meningkat hingga 92 persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Hal ini juga berdampak pada menurunnya angka kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
Misalnya, tingkat kepatuhan menggunakan masker yang pekan sebelumnya mencapai di atas 80 persen ternyata menurun sebesar 1-3 persen.
“Kepatuhan menggunakan masker sedikit turun, meski kecil pada kisaran 1 persen sampai 3 persen setiap harinya,” kata Dewi dalam diskusi virtual pada Rabu.
Orang yang ditegur akibat pelanggaran protokol kesehatan pun meningkat sebesar 72,89 persen dari 348.473 orang pada pekan sebelumnya menjadi 602.372 orang saat libur panjang.
Satgas juga menemukan bahwa kepatuhan menjaga jarak di tempat wisata menurun hingga lima persen pada libur panjang, dengan nilai masih di atas 70 persen.
“Kemungkinan besar karena orangnya banyak dan berkumpul di satu waktu, jaga jarak menjadi semakin sulit dilakukan,” tutur Dewi.
Jumlah orang yang berkunjung ke restoran juga meningkat selama libur panjang, terlihat dari jumlah orang yang dipantau meningkat sebesar 23,45 persen.
Sedangkan jumlah orang yang dipantau di restoran meningkat sebesar 39,6 persen.
Dari kedua tempat tersebut, Satgas Covid-19 mencatat bahwa kepatuhan menggunakan masker dan menjaga jarak sama-sama menurun pada kisaran 1-3 persen.
Dewi meminta agar masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan.
Libur panjang dikhawatirkan memicu lonjakan kasus Covid-19, namun dia menuturkan dampaknya baru akan terlihat pada satu pekan hingga dua pekan mendatang.
Data Satgas Covid-19 menunjukkan ada kenaikan kasus harian dan kumulatif mingguan sebesar 58-118 persen pada libur panjang 20-23 Agustus 2020.
Situasi serupa juga terjadi pada libur Idul Fitri 22-25 Mei 2020, saat itu terjadi kenaikan kasus harian dan kasus kumulatif mingguan sebesar 69 persen hingga 93 persen.