Nicky Aulia Widadio
31 Agustus 2020•Update: 01 September 2020
JAKARTA
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih rawan terjadi pada September 2020.
Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin menuturkan ada beberapa daerah yang rawan berdasarkan tingkat kemudahan terbakar, yakni Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan di bagian selatan.
Meski demikian, daerah-daerah tersebut akan mengalami curah hujan dengan intensitas menengah pada September.
“Jadi dengan curah hujan intensitas menengah itu bisa cukup basah dan mudah-mudahan bisa mengurangi kondisi karhutla,” kata Miming melalui konferensi pers virtual pada Senin.
Dia mengingatkan agar pemerintah pusat maupun daerah tetap mewaspadai potensi karhutla.
Direktur Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Radian Bagiyono menuturkan sebanyak 64.600 hektare lahan telah terbakar sepanjang Januari hingga Juli 2020.
Jumlah ini menurun 52,8 persen dibandingkan luas lahan yang terbakar pada periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, pola yang terjadi selama tiga tahun terakhir menunjukkan kenaikan jumlah titik panas selalu terjadi sepanjang Agustus hingga September.
“Ini sudah di penghujung Agustus, kita masih punya satu bulan lagi untuk diwaspadai,” ujar dia.
Sebanyak enam provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla yakni Riau, Jambu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Radian juga mengatakan sejumlah provinsi menjadi perhatian karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura agar tidak terjadi kabut asap lintas batas di tengah pandemi Covid-19