Erric Permana
07 November 2017•Update: 07 November 2017
JAKARTA (AA) - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla meminta agar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mempercepat kerjasama perdagangan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai target.
Saat ini pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2017 hanya mencapai 5,06 persen masih jauh dari target 5,2 persen pada akhir tahun.
Salah satunya kerja sama perdagangan dengan Turki.
“Kita panggil Menteri Perdagangan untuk mempercepat yang mempunyai dampak besar seperti Uni Eropa, Inggris, Turki, Australia,” ujar Jusuf Kalla di kantornya pada Selasa.
Kalla menyebut Turki merupakan salah satu negara yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dampak tersebut akan terealisasi jika Indonesia telah melakukan kerja sama perdagangan Turki.
Dia juga menekankan kerja sama perdagangan itu akan menekan bea masuk produk Indonesia sehingga nilai ekspor akan meningkat. Salah satu contoh adalah Crude Palm Oil (CPO) milik Malaysia lebih diminati karena bea masuk yang rendah.
Selain kerja sama di bidang perdagangan, Jusuf Kalla juga mengatakan bakal menggenjot investasi di Indonesia.
“Intinya adalah bagaimana meningkatkan investasi baik dalam negeri maupun luar negeri, hanya itu yang bisa meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi,” tambah dia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2017 sebesar 5,06 persen, hasil riset Badan Pusat Statistik (BPS).