Nasional

Indonesia alihkan IGD rumah sakit di Jakarta jadi ruang isolasi pasien Covid-19

Kebijakan ini bertujuan menambah kapasitas rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19

Nicky Aulia Widadio  | 25.06.2021 - Update : 26.06.2021
Indonesia alihkan IGD rumah sakit di Jakarta jadi ruang isolasi pasien Covid-19 Tenaga medis merawat pasien Covid-19 di Instalasi Gawat Darurat RSUD Cengkareng, Jakarta, Indonesia pada Kamis, 24 Juni 2021. Akibat lonjakan kasus virus korona, salah satu rumah sakit di Indonesia telah mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 ( Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Pemerintah Indonesia akan mengalihkan Instalasi Gawat Darurat di Jakarta menjadi ruang isolasi pasien Covid-19 di tengah lonjakan kasus.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan ini bertujuan menambah kapasitas rumah sakit merawat pasien Covid-19.

Dengan kebijakan ini, maka pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) akan dibuka di tenda yang dibangun di luar rumah sakit.

“Kami sudah memutuskan membangun tenda di luar rumah sakit sehingga pasien yang ingin dicek masuknya ke sana. Tidak masuk IGD karena akan dipakai untuk tambahan tempat tidur,” kata Menteri Budi melalui konferensi pers virtual, Jumat.

Pemerintah juga telah mengkonversi tiga rumah sakit di Jakarta menjadi tempat khusus untuk melayani pasien Covid-19, yakni Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso.

Budi mengatakan rumah sakit rujukan akan fokus untuk menangani pasien-pasien Covid-19 dengan gejala berat hingga kritis.

Sementara itu, pasien tanpa gejala dan bergejala ringan dapat menjalani isolasi mandiri di rumah atau ke pusat isolasi di Rusun Pasar Rumput dan Rusun Nagrak.

Menurut dia, kedua rusun tersebut memiliki kapasitas maksimal hingga 4 ribu pasien sebagai tempat isolasi terpusat.

Sedangkan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang sebelumnya menjadi tempat bagi orang-orang tanpa gejala dan bergejala ringan akan ditingkatkan kapasitasnya untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala sedang.

“Dengan begitu fasilitas layanan kesehatan untuk pasien tanpa gejala, gejala ringan, menengah, hingga berat bisa kita atur lebih baik,” tutur Menteri Budi.

Jakarta menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang menyebabkan 90 persen ruang isolasi dan 86 persen tempat tidur ICU di rumah sakit terisi penuh meski kapasitasnya terus ditambah.

Dinas Kesehatan Jakarta mencatat terdapat 7.705 kasus infeksi baru pada Kamis, yang merupakan catatan tertinggi selama pandemi.

Provinsi lainnya seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten, dan Jawa Timur juga tengah mengalami lonjakan kasus.

Menurut data Kementerian Kesehatan, sebanyak 60 ribu tempat tidur isolasi yang didedikasikan untuk Covid-19 telah terisi dari total kapasitas 85 ribu yang disiapkan secara nasional.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.