Erric Permana
25 Juni 2020•Update: 25 Juni 2020
JAKARTA
Indonesia berkomitmen akan memberikan dana tambahan untuk Badan PBB yang Mengurusi Pengungsi Palestina (UNRWA), kata Menteri Luar negeri Retno Marsudi, Kamis.
Saat ini UNRWA kekurangan dana USD800 juta.
Kekurangan dana akan berdampak pada 5.5 juta pengungsi Palestina yang selama ini dibantu UNRWA.
Menteri Retno Marsudi mengatakan informasi itu didapat Indonesia dari pertemuan 'Extraordinary Virtual Ministerial Pledging Conference' pada 23 Juni lalu.
Kata Retno acara tersebut digelar untuk mengumpulkan dana bagi Badan Bantuan PBB itu.
"Harapan Palestina tampak semakin suram saat para pengungsi menghadapi situasi Covid-19 dan ancaman rencana Israel untuk mencaplok Tepi Barat. ditambah lagi, UNRWA sekarang dihadapkan dengan tantangan keuangan," kata Retno dalam konferensi pers virtual pada Kamis.
Di tengah kesulitan yang dihadapi semua negara, Indonesia tetap berkomitmen mendukung UNRWA.
"Selama pertemuan saya menggarisbawahi bahwa mendukung UNRWA berarti mendukung Palestina," kata Retno.
Sayangnya Retno tidak menyebut nilai bantuan yang akan diberikan ke lembaga PBB tersebut.
Selain itu Indonesia juga berkomitmen memberikan dukungan finansial melalui pemerintah Palestina dan Palang Merah Internasional (ICRC).