Hayati Nupus
16 Desember 2020•Update: 17 Desember 2020
JAKARTA
Gempa bumi berkekuatan M 6,2 mengguncang Davao Occidental, Filipina, hingga ke Laut Sulawesi pada Rabu, pukul 07.21 waktu setempat, atau 06.21 WIB.
Philippine Institute of Volcanology and Seismology (PHIVOLCS) mengatakan pusat gempa berada di koordinat 04.63°U, 125.44°T - 086 km S 01° T di Sarangani, Provinsi Davao Occidental.
Di Filipina, ujar PHIVOLCS, gempa terasa kencang di General Santos City dan Cotabato Selatan hingga intensitas V MMI (Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti).
Gempa juga terasa kencang IV MMI (dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi) di Kiamba, Alabel, Masim, Glan, Malungon, Maguindanao, hingga Korodanal City.
Sementara di Indonesia, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa itu berada di laut 178 kilometer sebelah utara Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, di kedalaman 28 kilometer.
“Ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Cotabato,” imbuh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.
Guncangan gempa terasa di Tahuna hingga II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah dan seakan akan truk berlalu).
Gempa juga tidak berpotensi tsunami.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut.