Nasional

Badan Keamanan Laut himbau nelayan kembali beraktivitas di Laut Natuna Utara

Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya TNI Aan Kurnia memastikan Laut Natuna Utara saat ini dalam kondisi aman

Erric Permana   | 20.09.2021
Badan Keamanan Laut himbau nelayan kembali beraktivitas di Laut Natuna Utara Kapal Badan Keamanan Laut RI Indonesia (Bakamla RI) di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia pada 24 Januari 2021. ( BAKAMLA RI - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Badan Keamanan Laut (Bakamla) memastikan Laut Natuna Utara saat ini dalam kondisi aman usai adanya informasi mengenai kapal perang asing di wilayah tersebut.

Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengimbau nelayan untuk kembali berkegiatan di wilayah tersebut.

​​​​​​​Bakamla, jelas dia, akan ikut mengawal keamanan para nelayan.

“Kami siap mengamankan mereka,” ujar Aan saat rapat bersama DPR pada Senin.

Aan memastikan Bakamla akan menindak tegas jika menemukan adanya pihak yang melanggar di wilayah Indonesia untuk menjamin kredibilitas aparat penegak hukum.

Dia pun mengusulkan sejumlah strategi dalam mengamankan Laut Natuna Utara dari kapal asing.

Pertama, kata dia, kehadiran aparat penegak hukum harus ditingkatkan

“Jadi untuk mengatasi Laut Natuna Utara, tidak bisa sendirian, tidak bisa satu kementerian atau lembaga,” kata dia.

Kedua, Bakamla menyarankan agar dilakukan eksplorasi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinen perairan Laut Natuna Utara.

“Kita tidak hanya mengklaim di atas peta saja tapi sementara actionnya tidak ada, secara de facto kita hanya melongo saja,” jelas dia.

Sebelumnya, dikutip dari berbagai sumber, nelayan Indonesia melihat sejumlah kapal perang China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara pada 13 September lalu.

Salah satu kapal tersebut yakni kapal destroyer Kunming-172.

Nelayan tersebut mengaku ketakutan melihat kapal perang yang mondar-mandir di Laut Natuna. ​​​​​​​

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.