Erric Permana
24 Juni 2019•Update: 24 Juni 2019
Erric Permana
JAKARTA
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) meloloskan dan mengadopsi Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik yang merupakan usulan Indonesia pada Sabtu.
Presiden Joko Widodo mengatakan outlook ini mencerminkan sentralisasi dan kekuatan ASEAN dalam menjaga perdamaian dan memperkukuh kerja sama.
Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi terhadap semua negara ASEAN yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan Outlook tersebut.
Indo-Pasifik menjadi sangat penting di tengah perkembangan dunia dan perdang dagang yang terjadi saat ini.
"Perang dagang antara Amerika Serikat dan China belum membaik,” kata Presiden Jokowi. Dikhawatirkan perang dagang tersebut akan menjadi "multi-front war".
Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan bahwa ASEAN harus kuat, ASEAN harus bersatu dan ASEAN harus mampu menjadi motor perdamaian dan stabilitas Asia Tenggara.
Selain isu Indo-Pasifik, dalam pertemuan Pleno KTT ASEAN, Presiden juga mengajak penegasan komitmen ASEAN bagi penyelesaian perundingan Regional Economic Partnership Agreement (RCEP).
Di bagian akhir pernyataannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa gedung baru kantor Sekretariat ASEAN telah selesai dibangun dan siap diresmikan pada 8 Agustus 2019, bertepatan dengan ulang tahun ASEAN ke-52.