Hayatı Nupus
16 Januari 2020•Update: 16 Januari 2020
JAKARTA
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam penggerebekan polisi Mesir ke kantor Anadolu Agency di Kairo dan penangkapan empat staf.
Ketua Umum AJI Indonesia Abdul Manan mengatakan sebagai negara yang terikat hukum internasional, Mesir harus menghormati kebebasan media sekaligus hak para pekerjanya, termasuk dalam menjalankan profesi.
“Penggerebekan dan penangkapan ini bisa menjadi preseden buruk bagi media, jika dunia internasional membiarkannya,” ujar Manan, Kamis, kepada Anadolu Agency.
Di masa depan, lanjut Manan, pemerintah negara mana pun bisa dengan mudah melakukan tindakan serupa.
“Ini akan menimbulkan kerentanan bagi seluruh media di dunia,” ujar Manan.
Terlebih, imbuh Manan, tren kasus kekerasan jurnalis global masih tinggi.
Merujuk data Federasi Jurnalis Internasional, setidaknya ada 49 jurnalis yang tewas terbunuh pada 2019.
Selain itu, di tahun yang sama juga tercatat ada 389 pekerja media ditahan, 12 persen lebih banyak ketimbang 2018.
Sebagian besar jurnalis itu ditahan di penjara China (120 orang), Mesir (34 orang) dan Arab Saudi (32 orang).
“Itu di luar persoalan lain yang juga dihadapi media, terkait aspek bisnisnya,” kata Manan.
Polisi Mesir menggerebek kantor Anadolu Agency di Kairo pada Selasa malam dan menangkap empat orang staf, salah satunya adalah warga negara Turki.
Turki mengutuk serangan dan penangkapan itu, sekaligus menyerukan pembebasan mereka dengan segera.