Nicky Aulia Widadio
30 Juli 2019•Update: 30 Juli 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 27.683 hektare lahan di Riau terbakar dengan 27 titik panas hingga Senin pukul 16.00 WIB.
“Dampak luas lahan di wilayah Riau terbesar dibandingkan wilayah lain,” kata Pelaksana harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui pesan tertulis, Selasa.
Namun menurut Agus kualitas udara PM10 di Pekanbaru, Riau masih dalam kondisi baik.
“Kualitas udara tersebut sempat pada kategori sedang pada tengah hari,” tutur dia.
Sebanyak 1.512 personel gabungan disiagakan di Riau untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. BNPB juga menyiapkan 17 helikopter.
Secara keseluruhan BNPB mengerahkan 5.929 personel gabungan utnuk memadamkan kebakaran hutan di lima provinsi yakni Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Jambi.
Pasalnya, kebakaran hutan dan lahan juga teridentifikasi seluas 2.273,97 hektare di Kalimantan Barat dan seluas 263,49 hektare di Sumatera Selatan. Karhutla juga teridentifikasi di Kalimantan Selatan seluas 52,53 hektare, 27 hektare di Kalimantan Tengah, dan 4,18 hektare di Jambi.
Dia melanjutkan, terdapat 26 titik panas di Jambi, 14 titik panas di Kalimantan Tengah, 12 titik panas di Kalimantan Barat, serta lima titik panas di Sumatra Selatan.
BNPB telah mendistribusikan 61,06 juta liter untuk seluruh wilayah yang terdampak. Selain itu, pemerintah berencana menerapkan operasi modifikasi cuaca.
“Operasi ini dimaksudkan untuk memicu terjadinya hujan di wilayah-wilayah yang ada hotspot dengan menebarkan garam di awan potensial,” kata Agus.