Nicky Aulia Widadio
22 September 2020•Update: 22 September 2020
JAKARTA
Sebanyak 20 orang terluka, sementara 210 keluarga mengungsi akibat banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Senin sore.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Citarik-Cipeuncit meluap pada pukul 17.00 WIB.
Luapan sungai memicu banjir bandang dan berdampak terhadap tiga kecamatan yakni Kecamatan Cicurug, Parung Kuda, dan Cidahu.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan ada tiga orang yang teridentifikasi hanyut saat banjir bandang terjadi.
“Ketiganya masih dalam pencarian petugas di lapangan,” kata Raditya melalui siaran pers, Selasa.
Menurut Raditya, enam rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan 306 rumah lainnya terdampak banjir bandang.
Banjir juga menyebabkan 10 jembatan rusak berat dan sebuah musala terendam.
Raditya mengatakan petugas di lokasi masih mendata dampak banjir bandang hingga pagi ini.
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa hujan dengan kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Jawa Barat pada 22-23 September 2020.
“Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor,” kata Raditya.