Erric Permana
03 April 2018•Update: 03 April 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI Wiranto menilai perlu atau tidaknya menambah pasukan pengamananan di Desa Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, bergantung pada situasi di lokasi.
Hal ini disampaikan Wiranto menyusul adanya penembakan yang menewaskan anggota TNI di sana, Minggu kemarin.
Meski demikian, dia menilai, banyaknya pasukan pengamanan tidak memperkecil kemungkinan para Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) untuk tetap menyerang.
Menurut dia dibutuhkan adanya kesadaran masyarakat di sana untuk tetap menjaga persatuan.
“Dengan bersatu, kita bersama-sama bisa lebih cepat membangun daerah Papua dan Papua Barat,” ujar Wiranto di kantornya, Selasa.
Pemerintah akan menggunakan pendekatan lunak untuk menyadarkan KKSB yang tetap menyerang.
Sebelumnya, KKSB dan TNI terlibat baku tembak di Desa Banti, Papua. Peristiwa tersebut menyebabkan satu prajurit tewas.
Teror di Desa Banti kali ini bukan yang pertama. Pada 2017 lalu KKSB juga pernah menyandera warga desa tersebut.