Erric Permana
03 Oktober 2018•Update: 03 Oktober 2018
Erric Permana
JAKARTA
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla pada Selasa membenarkan telah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu beberapa waktu lalu.
Pertemuan ini terjadi di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-73 yang dihelat di New York pada September lalu, kata Kalla, menekankan bahwa dalam forum seperti ini saling bertemu antara pemimpin negara adalah hal wajar.
"Anda tidak bisa sama-sama anggota PBB saling menghindar. Amerika dengan Rusia duduk bersama," jelas JK, sapaan Kalla.
JK pun menyatakan pertemuan itu cukup penting bagi kedua negara untuk mengetahui keinginan Israel mengenai Palestina.
"Kalau kita ingin membantu perdamaian di suatu negara, mesti mengenal kedua belah pihak. Karena itu ya begitu kenalan, kita bicara soal perdamaian," lanjut JK, yang menolak disebut melakukan pertemuan rahasia dengan Netanyahu.
"Ya, bicara tentang perdamaian saja, bahwa bagaimana sikap dia. Apa yang kita bisa bantu. Untuk posisi Palestina bagaimana? Israel bagaimana?" papar JK.
Hasil dari pertemuan ini, kata JK, bisa saja ditindaklanjuti jika Palestina dan Israel menyetujuinya.
"Kalau perdamaian kan harus kedua belah pihak," jelas dia.