Nani Afrida
31 Juli 2018•Update: 31 Juli 2018
Satuk Bugra Kutlugun
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Turki pada Senin membantah bahwa seorang pria Turki yang memiliki hubungan dengan organisasi teroris Fetullah (FETO) telah diculik di Mongolia.
Video dari seorang guru yang punya hubungan dengan FETO Veysel Akcay telah tersebar di media social yang menyatakan kalau dia telah diculik oleh sekelompok laki-laki di depan rumahnya pada tanggal 27 Juli lalu.
Dalam pernyataan tertulis Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Hami Aksoy berkata bahwa Mongolia adalah sebuah negara dimana FETO “mempunyai jaringan luas dan mengancam keamanan nasional Mongolia”.
“Kami sering bertukar pikiran dan kekhawatiran dengan pejabat Mongolia,” kata Aksoy.
Aksoy berkata Turki berhak untuk mengharapkan semua anggota FETO untuk dibawa ke pengadilan, tetapi Turki “tidak melakukan intervensi urusan dalam negeri negara lain”.
"Oleh karena itu, kami sangat tidak nyaman tentang apa yang terjadi pada hari Jumat yang direfleksikan sebagai operasi penculikan," kata Aksoy.
"Klaim [penculikan] ini tidak benar dan kami sangat menolak klaim tersebut,”
Aksoy menambahkan kementerian luar negeri juga melakukan pertemuan dengan utusan Mongolia untuk Ankara dan memprotes bagaimana isu tersebut tercermin di Mongolia.
“Kampanye kotor yang dilakukan FETO harus dilihat sebagai situasi bahaya untuk kawan kami Mongolia, dengan kemampuan grup tersebut berdusta dan memanipulasi orang,” kata Aksoy.