Ozcan Yildirim
15 Januari 2018•Update: 16 Januari 2018
Ozcan Yildirim
ANKARA
Turki berhak memerangi semua kelompok teror dengan cara apapun yang dianggap sesuai, dan akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan keamanannya sejalan dengan kepentingan nasional, kata juru bicara kepresidenan, Minggu.
"Dalam batasan ini, Turki berhak untuk menarget organisasi teror dengan cara apapun, kapanpun, dan di manapun," kata Ibrahim Kalin dalam sebuah pernyataan tertulis.
Kalin menekankan bahwa koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) terhadap Daesh telah merilis pernyataan tertulis ke beberapa media, yang isinya, koalisi tersebut bekerja sama dengan SDF - kelompok yang didukung AS yang sebagian besar dikendalikan oleh organisasi teroris PKK/PYD di Suriah - untuk mendirikan dan melatih Pasukan Penjaga Perbatasan Suriah.
"AS telah mengambil langkah-langkah yang mengkhawatirkan untuk melegitimasi PYD-YPG, cabang Suriah dari kelompok teroris PKK, dengan dalih 'melawan Daesh'. Hal itu juga bertujuan untuk memberikan tempat permanen bagi kelompok teroris di wilayah tersebut," ujar Kalin.
"Situasi ini sama sekali tidak bisa diterima," tandas Kalin.
"Turki akan terus berjuang keras melawan semua organisasi teroris di dalam dan di luar perbatasan - terlepas dari nama atau metode apapun yang digunakan kelompok tersebut - sesuai dengan pernyataan Presiden [Recep Tayyip Erdogan]," tegas dia.
PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa, dan telah menyatakan perang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, hingga menewaskan sekitar 40.000 jiwa.
Di sisi lain, AS menganggap cabang Suriah dari kelompok teroris itu sebagai mitra dalam perang melawan Daesh, dan terus mempersenjatainya, sehingga menyebabkan hubungan Turki-AS memanas.
Setelah gencatan senjata kecil, PKK kembali melancarkan perang pada Juli 2015. Sejak saat itu, PKK bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 1.200 anggota pasukan keamanan dan warga sipil.