İsmihan Özgüven, Bekir Ömer Fansa
OSMANİYE,Turki
Ketua Umum Partai MHP Devlet Bahceli menyampaikan dukungannya kepada pemerintah AKP dalam pemilu 2019 di kota Osmaniye, Minggu.
Dalam kesempatan itu, Bahçeli mengungkapkan upaya kudeta pada 15 Juli 2016 adalah usaha untuk menghentikan langkah Turki sebagai pemain di dunia internasional melalui tangan FETO.
“Mereka ingin kami menyerahkan diri, melepaskan impian kami. Mereka ingin memecah belah dan mengeluarkan kami dari tanah air yang telah kami tinggali selama seribu tahun. Namun, rakyat tidak tunduk terhadap mereka,” ungkap Bahceli.
Bahceli menyampaikan kebersamaan rakyat pada 15 Juli 2016 dan kemudian dilanjutkan pada pertemuan besar di Yenikapi telah memberikan pondasi kuat bagi masa depan Turki.
Sejak itu, tidak ada seorangpun di Turki yang bergerak sesuai kepentingan masing-masing, yang ada hanyalah untuk kepentingan bangsa.
Bahceli mengatakan, pada referendum 16 April 2017 bangsa Turki telah menyetujui sistem pemerintahan presidensial.
Oleh karena itu, Turki akan memasuki periode ketiga dalam sejarah republik pada pemilu tahun 2019.
“Republik Turki didirikan pada tahun 1923 dengan rezim partai tunggal, lalu pada tahun 1946 Turki telah memasuki periode baru dan Republik Turki telah menyelesaikan demokrasinya dengan transisi ke periode multi-partai,” ujar dia.
Meski pernah mengalami penurunan karena berhadapan dengan berbagai kudeta, tapi hal ini akan membuat demokrasi di masa mendatang menjadi semakin kuat. MHP berkeinginan sistem presidensial akan menjadi sistem pemerintahan yang mapan pada 2019.
“Kami berjuang untuk negara kita. Kami menginginkan kedamaian bangsa, kesejahteraan, dan keamanan di Osmaniye. Kami ingin menjawab segala harapan rakyat. Suatu kehomatan bagi kami untuk menghidupkan sistem yang tidak akan memberi ruang bagi upaya penghianatan terhadap bangsa seperti pada 15 Juli dan lainnya,” ujar dia.
Bahceli menambahkan, kawasan Turki telah dikepung oleh lingkaran api.
Bahcreli mengatakan upaya transformasi politik di Suriah telah dicegah dengan berbagai konspirasi.Bahceli menekankan bahwa İdlib saat ini kembali menjadi tempat pusat konflik. AS telah membentuk tentara di utara Suriah dan mengirim ribuan truk berisikan senjata untuk organisasi teroris PKK.
“Apakah kita akan berdiam saja menghadapi penghianatan dan permusuhan yang menjijikan ini? Apakah kita akan membuat mereka senang dengan tidak bersatunya kita menjadi satu tubuh?" tanggap dia.
Bahceli mengatakan, pemilihan presiden dan anggota parlemen masih 22 bulan lagi, namun kini Turki telah disibukkan dengan berbagai perdebatan politik.
“CHP, IP, HDP telah bersatu dan berdiri menjadi pembela PKK dan FETO. Kita perlu menghilangkan ketidakpastian politik untuk menghancurkan permainan kotor koalisi ini,” jelas Bahceli.
Oleh karena itu, pada tanggal 8 Januari MHP telah menyatakan posisinya dalam pemilihan presiden dan anggota parlemen pada tahun 2019 mendatang.
“Kini Turki telah memasuki panggung politik baru. Tak ada kata kembali untuk ini. Keinginan kami dalam pemilihan presiden nanti adalah menjaga persatuan dan mempertahankan kemerdekaan Turki,” terang Bahceli.
“Untuk itu, kami bertujuan untuk berkontribusi dalam penguatan sistem presidensial dengan bekerja sama dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dalam pemilihan presiden dan anggota parlemen nanti,” tutup Bahceli.
news_share_descriptionsubscription_contact

