Pizaro Gozali İdrus
29 Juli 2018•Update: 30 Juli 2018
Sena Guler
ANKARA
Pemimpin Partai Gerakan Nasionalis (MHP) pada hari Sabtu mengecam ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi terhadap Turki.
Melalui cuitannya, Devlet Bahceli mengatakan AS menggunakan isu Pastor Andrew Brunson, yang menghadapi tuduhan terorisme di Turki, "sebagai alasan".
"Ini memalukan, melanggar prinsip moral, memperkeruh kemitraan strategis, dan melampaui batas", kata Bahceli.
Dia menambahkan bahwa Turki tidak pernah merasa takut oleh ancaman semacam itu.
"Alih-alih mengejar pendeta, presiden AS seharusnya berpikir soal kapan mengekstradisi anggota FETO [Organisasi Teror Fetullah] yang dia jamu di negaranya," kata Bahceli, mengacu pada buronan anggota FETO yang mengatur kudeta gagal pada 15 Juli 2016.
Kudeta gagal itu menyebabkan 251 orang menjadi martir dan hampir 2.200 orang terluka.
Ketegangan antara kedua sekutu NATO ini kembali mencuat ketika Presiden AS Donald Trump mengirim tweet yang mengancam menjatuhkan sanksi terhadap Turki jika Brunson - yang menghadapi tuduhan terorisme - tidak dibebaskan.
Ankara menolak keras ancaman Trump jika tidak membebaskan Brunson, yang didakwa menjadi mata-mata untuk PKK - kelompok yang telah ditetapkan teroris oleh AS dan Turki - dan FETO.