İqbal Musyaffa
29 Juli 2018•Update: 30 Juli 2018
Tufan Aktas
LUSAKA, Zambia
Presiden Zambia Edgar Lungu pada Sabtu, memuji perkembangan ekonomi Turki dan menjadikannya sebagai contoh untuk negaranya sendiri.
"Kami ingin mencapai tujuan kami pada 2030 dengan inspirasi yang kami dapatkan dari Turki," kata Lungu pada pertemuan antar-delegasi setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di ibukota Lusaka.
Erdogan tiba di Lusaka pada Sabtu dalam kunjungan resmi pertama kalinya oleh seorang presiden Turki ke negara Afrika Timur itu.
Lungu mengatakan dia berharap kunjungan itu akan meningkatkan hubungan bilateral.
Dia juga mengatakan pentingnya keikutsertaan perwakilan sektor swasta dan pengusaha dalam delegasi.
Lungu berterima kasih kepada Turki atas dukungannya di sektor kesehatan, pariwisata, dan media. Dia mengatakan, menteri kesehatan Zambia akan segera mengunjungi Turki.
Lungu menyatakan bahwa dia berbicara dengan Erdogan tentang pembangkit tenaga listrik.
“Kami mengharapkan dukungan dari perusahaan Turki dalam pasokan listrik,” ungkap dia.
Dia juga mengatakan Zambia mencari dukungan keuangan dari Turki untuk pembayaran USD3 milyar Eurobond, dan mengatakan perusahaan Turki bersedia menandatangani perjanjian tentang pembayaran kembali Eurobonds.
“Kami menyediakan kemudahan bagi para pengusaha Turki, terutama di bidang konstruksi,” lanjut Lungu.
Dia juga memuji proyek perumahan publik di Turki. Lungu mengatakan dia ingin membuka penerbangan langsung dari Turkish Airlines dan mengingatkan bahwa bandara di Zambia telah diperbarui dan dimodernisasi.
Penerbangan langsung menurut dia akan meningkatkan perdagangan, serta meningkatkan hubungan sosial dan budaya antar kedua negara.
“Turki menunjukkan minat yang besar dalam bidang pertanian dan proyek peternakan. Kami memiliki lahan seluas satu juta hektar yang memenuhi syarat untuk berbagai kegiatan pertanian, termasuk peternakan dan perikanan, di 10 provinsi,” kata Lungu.
Dia juga memberi selamat kepada Turki atas dukungannya dalam perang melawan terorisme internasional dan tuan rumah bagi pengungsi Suriah.