Erric Permana
03 Mei 2018•Update: 04 Mei 2018
Erric Permana
JAKARTA
Sultan Brunei Darussalam, H.M. Sultan Haji Hassanal Bolkiah, mengaku tertarik dengan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) produksi Indonesia.
Pada kunjungan Sultan Brunei Darussalam ke Istana Bogor dan saat bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Sultan Bolkiah tertarik membeli kendaraan tempur dan senjata yang diproduksi PT Pindad.
"Kerja sama yang kita kembangkan adalah di bidang alutsista. Ada ketertarikan dari Brunei," ujar Retno Marsudi di Istana Bogor, Jawa Barat.
Itu sebab, kata dia, Pemerintah Indonesia sengaja menyiapkan pameran alutsista di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, supaya Sultan Bolkiah bisa melihat langsung alutsista produksi Indonesia yang diinginkan negaranya.
"Akan ditinjau oleh sultan dan presiden, juga oleh PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia dan PT Pal Indonesia," tambah Menteri Retno.
Selain itu, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo yang dilakukan di Istana Bogor, Sultan Bolkiah menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di bidang perkapalan dan pembangunan pelabuhan.
Menteri Retno mengakui nilai perdagangan antar kedua negara mengalami penurunan, dari sebelumnya USD167 juta pada 2016 menjadi USD107 juta pada 2017.
"Ini tidak terkait dengan volume perdagangan, tetapi dengan nilai perdagangan karena turunnya harga minyak. Brunei banyak sebelumnya mengekspor minyak ke Indonesia," tambah Menteri Retno.
Itu sebab, kata Menteri Retno, kedua negara sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan melalui kerja sama di bidang pertanian dan perikanan.
Di bidang pertanian, Brunei telah mengembangkan varietas beras sembada B9 dan sembada 188. Selanjutnya, lanjut Menteri Retno, jenis beras ini bisa dikembangkan oleh kedua negara.