23 Agustus 2017•Update: 24 Agustus 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polri siap mengamankan lalu lintas saat Idul Adha yang jatuh pada Jumat 1 September 2017 mendatang.
Idul Adha yang jatuh menjelang akhir pekan, ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, akan menciptakan libur panjang dan memicu masyarakat untuk kembali ke kampung halaman.
“Arus mudik dan arus balik tersebut berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, serta kelancaran lalu lintas,” ujarnya, setelah rapat bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Rabu, di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Tito sudah memperkirakan, arus lalu lintas saat Idul Adha mendatang akan terganggu dengan sejumlah perbaikan jalan. Di antaranya tol Brebes-Gringsing, Jawa Tengah. Tol tersebut masih dalam tahap perbaikan dan belum bisa dipakai pemudik.
“Maka itu diperlukan rekayasa lalu lintas agar pemudik tetap bisa berkendara dengan aman dan nyaman ke tempat tujuan,” katanya.
Meski begitu, pembangunan flyover Pejagan – Purwokerto sudah rampung dan bisa dilalui. Sehingga bisa menjadi alternatif jalan bagi pemudik.
Selain berpotensi menimbulkan persoalan lalu lintas, libur Idul Adha juga berpotensi mengganggu stabilitas arus pangan akibat kenaikan permintaan.
"Oleh karena itu satuan tugas pangan siang nanti akan rapat tersendiri di tingkat pusat dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Urusan Logistik, [membahas cara] untuk menjaga stabilitas harga, suplai, dan distribusi," ujarnya.
Menteri Basuki juga menyatakan kesiapannya menghadapi Idul Adha. Terutama terkait antisipasi bencana alam yang mungkin terjadi saat libur panjang.
"Kami mengaktifkan kembali posko-posko yang sudah dibentuk saat Idul Fitri, untuk antisipasi bencana banjir dan longsor," katanya
Untuk memperlancar arus mudik, ia juga menyarankan agar pembangunan jalan di lajur Jakarta-Cikampek dihentikan. Begitu pula, jalan tol Medan-Kualanamu, Sumatera Utara, akan dioperasikan mulai H-2.
"Ini sudah disepakati semua, pengamanan dari H-2 sampai H+1. Mudah-mudahan bisa membantu sedikit," ujarnya.
Selain itu, Menteri Budi juga akan memantai pusat transportasi seperti Bandara Soekarno-Hatta, Stasiun Gambir, Stasiun Senen, Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheuni.
"Khususnya penerbangan. Kita akan meminta ke pihak maskapai penerbangan untuk menambah jumlah penerbangan," tutupnya.