Rhany Chairunissa Rufinaldo
17 Oktober 2018•Update: 17 Oktober 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Senator senior AS pada Selasa mengatakan Arab Saudi telah membunuh wartawan Washington Post yang hilang Jamal Khashoggi, menempatkan tanggung jawab pada Putra Mahkota Mohammad bin Salman.
"Orang ini harus pergi," kata Lindsey Graham pada program Fox News pagi Fox & Friends, mengacu pada Mohammad bin Salman yang juga dikenal dengan inisialnya MBS.
"Sosok MBS bagiku adalah beracun. Dia tidak pernah bisa menjadi pemimpin dunia di panggung dunia."
"Orang ini adalah bola penghancur, dia membunuh orang ini di konsulat di Turki dan mengharapkan saya mengabaikannya, saya merasa dimanfaatkan dan disalahgunakan," kata Graham.
Sang senator tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhannya tentang bin Salman yang telah membuat Khashoggi dibunuh.
Tapi Graham memperingatkan bahw dia tidak pernah bisa berurusan dengan Arab Saudi lagi, mengatakan dia tidak akan kembali ke Arab Saudi sampai bin Salman turun dari kekuasaannya.
"Saya akan menjatuhkan sanksi luar biasa berat kepada Arab Saudi," tambahnya. "Arab Saudi, jika Anda mendengarkan, ada banyak orang baik yang dapat Anda pilih, tetapi MBS telah mencemari negara Anda dan mencemari dirinya sendiri."
Saudi membantah telah membunuh Khashoggi
Pada hari yang sama ketika Khashoggi menghilang, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat sementara dia berada di dalam, kata sumber kepolisian Turki.
Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.
Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul Mohammad al-Otaibi meninggalkan Turki menuju Riyadh pada Selasa, menurut sumber diplomatik.
Kepergian al-Otaibi bersamaan dengan rencana para pejabat Turki dan Saudi untuk mencari tempat tinggalnya, pejabat Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan dengan syarat anonimitas.
Arab Saudi sedang bersiap untuk mengakui pembunuhan Khashoggi dalam kesalahan interogasi, menurut laporan media.