Nani Afrida
16 September 2018•Update: 17 September 2018
JAKARTA
Setidaknya 137 warga Lombok yang juga korban gempa menderita penyakit malaria, kata pihak dinas kesehatan Lombok Barat.
Menurut data terakhir yang dikeluarkan dinas kesehatan warga yang menderita penyakit Malaria tersebar di tiga kecamatan di Lombok Barat yaitu Kecamatan Gunung Sari, Kecamatan Batu Layard an Kecamatan Lingsar.
“Data itu akan terus diperbarui dari laporan tim yang turun ke lapangan untuk melakukan tes darah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Rachman Sahnan Putra, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Selain melakukan tes darah, tim medis yang turun ke lapangan juga membagikan kelambu dan melakukan pembersihan tempat berkembangnya jentik nyamuk.
Sulitnya medan yang harus ditempuh menjadi masalah untuk pihak kesehatan melakukan kunjungan. Lokasi hanya bisa dilalui dengan sepeda motor.
Salah satu warga Dusun Kekeran Amaq Aniyah (60) mengatakan dirinya positif malaria setelah darahnya dicek.
"Saya meriang, dada saya sesak tapi tidak terlalu dan pusing-pusing, saya masih kuat, tapi rasanya memang tidak enak badan,” kata Aniyah.
Aniyah tinggal sebatang kara setelah bercerai dengan istrinya. Kini ia tidur di berugak atau gazebo yang terbuka, karena rumahnya rusak akibat gempa.
Sementara itu Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid telah menetapkan kasus malaria sebagai Keadaan Luar Biasa (KLB) dengan pertimbangan kemanusiaan.