Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 April 2020•Update: 27 April 2020
Felix Tih
ANKARA
Ketika seluruh dunia fokus untuk membendung penyebaran virus korona, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara Afrika untuk tidak melonggarkan kesiagaannya dalam memerangi penyakit mematikan lainnya, malaria.
Seorang ahli menyatakan ketakutannya bahwa dengan semua fokus tertuju pada pengendalian pandemi, ada kemungkinan muncul kembali wabah malaria, yang membunuh lebih banyak orang daripada penyakit lainnya di benua itu.
Mengutip analisis baru-baru ini, Direktur Regional WHO untuk Afrika Matshidio Moeti mengatakan jika intervensi berhenti pada saat ini, ada kemungkinan lebih banyak kematian terkait malaria.
''Dengan para mitra, kami sedang mempelajari dampak potensial Covid-19 terhadap situasi malaria. Sebuah analisis baru-baru ini telah menemukan bahwa jika distribusi kelambu yang dilengkapi insektisida berhenti dan manajemen kasus berkurang, kematian malaria di Afrika sub-Sahara dapat berlipat ganda dibandingkan dengan pada 2018,” ungkap dia.
Moeti mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis bahwa pencegahan dan perawatan yang berkelanjutan akan memastikan pekerja kesehatan dan masyarakat terlindungi.
''Jadi, saya mendesak dan mendorong semua negara untuk mempertahankan intervensi malaria, sesuai dengan rekomendasi WHO untuk memastikan bahwa pekerja kesehatan dan masyarakat dilindungi,'' tegas Matshidio.
''Kami melihat di Afrika Barat bahwa kami kehilangan lebih banyak orang karena penyakit yang sebelumnya berhasil kami atasi, seperti malaria, daripada dari wabah virus Ebola. Jangan sampai terulang dengan Covid-19,'' tambah dia.
Menurut laporan terbaru tentang malaria di dunia, yang dirilis pada Desember 2019, 228 juta kasus malaria dilaporkan pada 2018 dengan 405.000 kematian.
Benua Afrika menderita 94 persen kematian akibat malaria.
Malaria ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Meskipun dapat dicegah dan bahkan dapat disembuhkan, penyakit itu tetap mengancam jiwa.
Orang yang tertular malaria biasanya menderita demam tinggi, menggigil kedinginan dan gejala seperti flu.