Shenny Fierdha
02 Oktober 2017•Update: 02 Oktober 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Polri)
Inspektur Jenderal Setyo mengatakan bahwa Polri akan mengirimkan bantuan
pasukan ke Gunung Agung, Bali, jika diperlukan.
"Insya Allah kita akan bekerja sama," kata Setyo pada jumpa pers
di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin.
Bantuan pasukan dari Polri tersebut dimaksudkan untuk menjamin keamanan
rumah warga sekitar gunung yang terpaksa mengungsi akibat peningkatan aktivitas
vulkanik yang sudah berlangsung selama beberapa waktu terakhir.
Sejauh ini, Kepolisian Daerah (Polda) Bali masih melakukan pengamanan
terhadap rumah warga tanpa bantuan dari Polri.
"Polda Bali melakukan patroli khusus untuk daerah-daerah yang sudah
maupun yang akan terdampak," kata Setyo.
Setyo memastikan bahwa aparat kepolisian khususnya Brigade Mobil (Brimob)
dan Samapta Bhayangkara (Sabhara) memiliki kemampuan search and rescue (SAR)
yang baik didukung dengan alat SAR yang baik pula jika situasi gunung berapi
berketinggian 3.031 meter tersebut memburuk.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung
Agung sudah berstatus awas dan dapat meletus kapanpun sehingga semua orang
dilarang berada dalam radius 12 kilometer (zona merah) dari kawah gunung.
Hingga Senin siang, jumlah pengungsi Gunung Agung menjadi 139.945 jiwa. Jumlah ini menurun 1.454 jiwa ketimbang hari sebelumnya yang mencapai 141.399.