Hayati Nupus
02 Oktober 2017•Update: 03 Oktober 2017
Hayati
Nupus
JAKARTA
Hingga
Senin siang, jumlah pengungsi Gunung Agung menjadi 139.945 jiwa. Jumlah ini
menurun 1.454 jiwa ketimbang hari sebelumnya yang mencapai 141.399.
“Sebagian sudah pulang. Ada yang pulang secara mandiri, ada yang difasilitasi oleh pemerintah,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada Anadolu Agency, Senin.
Penurunan
jumlah pengungsi ini seiring dengan pernyataan Gubernur Bali I Made Mangku
Pastika yang menyebutkan bahwa lebih dari 73 ribu warga dari 51 desa berada di
luar radius berbahaya dan aman untuk kembali ke rumah.
Sedang
warga dari 27 desa dengan jumlah sekitar 70 ribu penduduk yang berada dalam
radius berbahaya diperintahkan untuk tetap mengungsi.
Kesemua
pengungsi tersebut menyebar di 419 titik pengungsian 9 kabupaten, yaitu
Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Bangli, Gianyar, Denpasar, Klungkung dan
Karangasem.
Saat
ini Karangasem dan Klungkung masih menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi
tertinggi, yaitu 50.544 jiwa pengungsi di 122 titik pengungsian di Karangasem
dan 22.723 jiwa pengungsi di 119 titik pengungsian di Klungkung.
Sementara
aktivitas kegempaan tak jauh berbeda. Sejak Senin pagi pukul 06.00 WITA hingga
pukul 12.00 WITA terdapat 88 gempa vulkanik dangkal, 143 vulkanik dalam dan 16
gempa tektonik lokal.
Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Agung
menjadi Awas sejak Jumat 22 September malam. Masyarakat direkomendasikan untuk
tidak beraktivitas di dalam radius KM dari kawah Gunung Agung.