07 Juli 2017•Update: 07 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Polri menyebut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Turki bisa mengungkap data warga Indonesia yang bergabung dengan kelompok teroris Daesh atau ISIS.
"Banyak informasi yang terungkap di situ. Seperti berapa banyak orang Indonesia yang kesana baik kategori turis, kategori kegiatan belajar dan lain lain. Dan juga kategori yang ingin masuk kancah peperangan di ISIS melalui daerah di sekitar Irak dan Suriah lewat Turki," Staf Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto di markas besar Polri Jakarta, Jumat.
Rikwanto mengatakan hingga kini data dan informasi yang didapat setelah kunjungan Presiden Joko Widodo tersebut akan diverifikasi.
Selain itu pihak Polri akan mempelajari modus yang digunakan WNI tersebut untuk bergabung dengan ISIS.
"Yang jelas pertama pendataaan, yang kedua kami lihat di sana kepentingan dan keperluannya apa. Apakah pelajar apakah turis. Apakah memang bekerja. Apakah memang masuk kancah peperangan ISIS itu," tambahnya.
Polri rencananya, akan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan juga Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memastikan berapa banyak WNI yang ada di sana.
Presiden Joko Widodo pada 6 Juli 2017 melakukan kunjungan kerja ke Turki. Dalam kunjungannya tersebut, Presiden Joko Widodo melakukan penandatanganan kerjasama dengan Turki di antaranya di bidang pertahanan, terorisme serta perdagangan.
Indonesia juga akan melakukan pertukaran informasi intelijen dalam memberantas terorisme global.