Shenny Fierdha Chumaira
30 Juli 2018•Update: 31 Juli 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan memperbanyak pos pengamanan di sekitar venue pertandingan Asian Games 2018 serta di tempat umum lainnya.
Seluruh pos akan dilengkapi dengan anggota maupun warga yang mahir berbahasa Inggris agar bisa berkomunikasi dengan atlet asing maupun turis mancanegara.
"Pos pengamanan juga akan dibuat di pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan wisma atlet," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam konferensi pers yang digelar di Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Senin.
Selain itu, kepolisian juga akan membentuk pusat komando gabungan di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan yang akan dikelola oleh personel kepolisian, Tentara Nasional Indonesia, dan stakeholder terkait lainnya seperti pemadam kebakaran, petugas kesehatan, Badan Search and Rescue Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
"Supaya jika terjadi situasi krisis, kita bisa cepat bergerak karena adanya pusat komando gabungan ini," ucap Tito.
Guna semakin menjamin keamanan, sekitar 670 buah kamera keamanan juga disebar di berbagai titik di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.
Dalam acara yang sama, Wakil Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa semua venue pertandingan yang akan dipakai untuk pertandingan Asian Games 2018 akan ditutup untuk umum selama 20 hari menjelang pelaksanaan ajang olahraga internasional itu.
Ini dimaksudkan bukan hanya untuk menjaga kualitas venue tapi juga untuk memberikan kesempatan kepada manajer kompetisi dan venue masing-masing kontingen untuk melakukan persiapan di venue.
"Klaster pertandingan yang terdapat di empat wilayah yakni GBK [Gelora Bung Karno], klaster lain di Jakarta di luar GBK, klaster di Jawa Barat, dan klaster di Palembang ini akan kita tutup untuk umum," kata Sjafrie.
Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan dibantu oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, TNI, dan Badan Intelijen Negara untuk menguatkan keamanan sistem informasi dan teknologi dari ancaman serangan siber.
Sekitar 45 negara termasuk Indonesia akan mengikuti Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang dari 18 Agustus sampai 2 September.