Hayati Nupus
30 Juli 2018•Update: 31 Juli 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penangan Bencana (BNPB) memastikan tak ada warga negara Malaysia yang tewas akibat gempa Lombok saat mendaki Gunung Rinjani.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan satu-satunya pendaki yang tewas adalah Muhammad Ainul Muksin, asal Makassar, yang tertimpa material longsor di jalur pendakian Gunung Rinjani dan kini tengah dievakuasi.
“Korban tewas bernama Siti Nur Lesmawida Ismail, 30 tahun, adalah pendaki asal Malaysia, tapi tidak meninggal di Rinjani,” tegas Sutopo, Senin, di Jakarta.
Sutopo mengatakan Siti tiba di Lombok Selasa lalu, bersama 17 orang lain dari Malaysia yang tergabung dalam Relawan Majelis Belia Malaysia (MBM).
Rencananya, ujar Sutopo, tim tersebut akan kembali ke negaranya pada Minggu.
Saat gempa berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang Lombok, kata Sutopo, mereka telah selesai mendaki dan tengah berada di penginapan.
“Ketika gempa terjadi, bangunan penginapan mereka roboh dan korban tertimpa reruntuhan bangunan,” ungkap Sutopo.
Selain itu, kata Sutopo, enam orang rombongan tersebut terluka, sedang 11 lainnya mengalami trauma. Warga Malaysia yang terluka sedang dirawat di RS Selong, Lombok Timur.
Gempa bumi mengguncang Bali, Lombok, hingga Sumbawa, pada Minggu pukul 05.47 WIB.
Gempa tersebut, kata Sutopo, merenggut 16 orang nyawa dan melukai 355 orang lainnya. Gempa juga merusak 1.454 rumah, 7 unit fasilitas pendidikan, lima unit fasilitas kesehatan, 22 unit fasilitas peribadatan, 37 unit kios dan satu unit jembatan.
Gempa tersebut menurut Sutopo, juga mengakibatkan 5.141 orang mengungsi.
Hingga pukul 08.00 WIB hari ini, telah terjadi 276 kali gempa susulan dengan kedalaman dangkal 5-10 meter.
“Tren kekuatan gempa susulan melemah, jumlah pengungsi diperkirakan terus bertambah,” kata Sutopo.