Burcu Calik
22 April 2018•Update: 23 April 2018
Burcu Calik
ANKARA
Perdana Menteri Turki mengatakan pada Sabtu bahwa pemerintahan presidensial baru negara itu akan memperkuat sistem politiknya.
"Dengan sistem pemerintahan presidensial, kami akan mengambil langkah baru yang maju untuk membuat sistem politik lebih kuat," kata Binali Yildirim, dalam kongres cabang pemuda Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di ibukota Ankara.
Pada pemilihan awal yang baru diajukan pekan ini hingga 24 Juni, Yildirim mengatakan sistem baru - termasuk parlemen dan eksekutif Turki yang kuat - diharapkan akan dijalankan hari itu.
Dalam referendum April 2017, pemilih Turki menyetujui RUU yang mengubah Turki dari sistem parlementer ke presidensial.
Dampaknya, jumlah anggota parlemen meningkat dari 550 menjadi 600, pemilihan presiden dan parlemen diadakan setiap lima tahun, dan presiden dapat mempertahankan hubungan dengan partai politik mereka. Pos perdana menteri juga dihapuskan.