28 September 2017•Update: 29 September 2017
Enes Kaplan
ANKARA
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menghubungi PM Irak Haider al-Abadi lewat telepon untuk mendiskusikan referendum tidak sah yang digelar di utara Irak baru-baru ini, kata sumber dari kantor perdana menteri, Rabu.
Kedua petinggi negara tersebut berdiskusi mengenai perkembangan referendum oleh Pemerintah Regional Kurdistan (KRG), juga soal hubungan bilateral Irak dan Turki, serta isu-isu regional.
Hasil awal yang dirilis pada Rabu menunjukkan hampir 93 persen yang memberikan suara dalam referendum di utara Irak tersebut memilih mendukung kemerdekaan regional.
Referendum yang digelar pada Senin telah menuai kecaman dari pihak internasional maupun regional, karena dikhawatirkan dapat memicu destabilisasi dan mengganggu perang melawan Daesh.
Rabu, Menteri Luar Negeri Turki kembali mengeluarkan larangan perjalanan bagi warga di Provinsi Erbil, Dohuk, dan Sulaymaniyah karena potensi risiko keamanan.