İqbal Musyaffa
05 April 2018•Update: 06 April 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Manager Komunikasi dan CSR Regional Kalimantan Yudy Nugraha dalam siaran persnya, Kamis, mengatakan setelah dilakukan penambahan armada pembersihan perairan yang dilakukan Pertamina kemarin, Teluk Balikpapan kini terlihat jauh lebih bersih dari ceceran minyak dibanding dua hari sebelumnya.
“Pertamina menurunkan empat tim untuk bekerja secara simultan untuk membersihkan perairan dari ceceran minyak dengan pembagian zona,” ungkap dia.
Zona pertama, lanjut Yudy, mencakup area Pangkalan LLP, Jetty, dan Kampung Baru. Zona dua mencakup area Rede (Kolam Pelabuhan) Teluk Balikpapan. Kemudian zona tiga mencakup Pantai Monpera dan Zona empat mencakup Outer Pantai.
“Untuk menyisir keempat zona tersebut, digunakan 15 buah kapal yang dilengkapi dengan perlengkapan yang sesuai,” imbuh dia.
Pemulihan sisa ceceran minyak di Jetty 1 menurut dia dilakukan menggunakan vacuum truck dan dilengkapi dengan oil boom dan Oil Spill Dispersan.
Kemudian pemulihan sisa minyak di Kampung Atas Air dan Kapung Baru dilakukan dengan pengisaan penggunakan vacuum truck dibantu dengan penggunaan oil absorbant.
“Di Pelabuhan Semayang hingga Plaza Balikpapan, digunakan vacuum truck untuk penghisapan sisa ceceran minyak. Sisa ceceran yang masih ditemukan di Penajam diatasi dengan penyeprotan Oil Spill Dispersant,” urai Yudy.
Pemulihan sisa ceceran, lanjut dia, dilakukan di lepas pantai teluk Balikpapan dengan menggunakan oil skimmer dan tug boat.
Guna mengantisipasi keluhan kesehatan yang dialami warga, Yudy menambahkan, Pertamina bekerjasama dengan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan membuka Posko kesehatan di Kampung Baru Ulu dan Kampung Atas Air, serta menyiapkan kan tim kesehatan jika dibutuhkan pengecekan kesehatan di lokasi lain.
“Posko ini melayani pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat secara gratis,” imbuh dia.
Untuk menepis kekuatiran masyarakat, Yudy mengatakan, telah dilakukan juga gas test yang dilakukan beberapa kali dalam sehari untuk memastikan tidak ada konsentrasi gas yang melebihi batas normal.
Selain itu, tambah dia, juga dilakukan sosialisasi terkait hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam kondisi saat ini dan langkah-langkah yang diperlukan bila menemui kondisi tersebut.
“Pembersihan pantai yang sudah dilakukan sejak Sabtu lalu terus mendapat dukungan baik dari perusahaan Migas yang ada di Balikpapan, komunitas, mahasiswa, siswa, dan individu,” tambah dia.
Yudy menambahkan, sekitar 500 orang yang tergabung dalam 67 komunitas berpartisipasi dalam pembersihan pantai yang dilakukan pada hari Rabu.
Pembersihan dilakukan di pantai dengan cara manual karena dianggap lebih efektif untuk mengumpulkan ceceran minyak yang telah tersapu ke pantai.
“Pembersihan tersebut dilakukan di sembilan titik yang tesebar di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan dan Balikpapan Kota,” jelas dia.
Upaya pembersihan yang menggunakan alat dan teknik, imbuh Yudy, dilakukan Pertamina dengan dukungan perusahaan migas di Kota Balikpapan seperti Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina EP Asset V, dan Petrosea.