İqbal Musyaffa
10 Juli 2018•Update: 10 Juli 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Tahun ini akan ada pengangkatan 100 ribu guru menjadi aparatur sipil negara (ASN), janji Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa, saat memberikan sambutan dalam acara Persatuan Guru Republik Indonesia di Jakarta.
Kalla menyadari bahwa saat ini jumlah guru sangat kurang bila dibandingkan dengan jumlah peserta didik.
“Guru merupakan faktor penting pendidikan, sehingga fungsinya menjadi penting,” tukas Wapres, menegaskan bahwa pengangkatan ASN tahun ini tak berlaku untuk tenaga honorer di semua institusi pemerintah. "Hanya untuk guru dan tenaga kesehatan."
Penambahan jumlah guru ini, imbuh Kalla, penting untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di Indonesia yang menyebabkan kesejahteraan yang tidak merata di tiap-tiap daerah.
“Jadi sekarang calon guru dan guru honorer siap-siap ujian lagi. Tetap harus ada ujian sebelum pengangkatan. Guru juga harus siap ditugaskan di daerah-daerah yang membutuhkan ataupun yang terpencil,” lanjut dia.
Dalam proses pengangkatan guru, sebut Kalla, kualitas tenaga pendidikan menjadi perhatian penting.
“Kita tidak ingin sekolah diajar oleh guru yang tidak kompeten,” Kalla menekankan.
Dia pun meminta para guru untuk mengikuti lembaga pelatihan guru supaya meningkatkan kualitas dan mutu mereka.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy mengakui ada kekacauan pada proses pengangkatan guru dalam sepuluh tahun terakhir. Guru-guru yang sudah pensiun, kata dia, tidak langsung diganti.
“Sehingga sekolah mengambil guru pengganti atau guru honorer yang dibayar sekadarnya dengan dana Bantuan Operasional Sekolah [BOS],” ungkap Menteri Muhajir.
Meskipun dana BOS sangat bermanfaat, namun memiliki efek samping yang kurang baik dan sering dimanfaatkan sekolah untuk mengatasi kekurangan guru. Oleh karena itu, Menteri Muhajir berjanji penggunaan dana BOS akan ditertibkan.
“Dana BOS nanti tidak bisa lagi dipakai untuk membayar guru honorer, biar ketahuan kalau ada kekurangan guru sehingga Pemda bisa mengajukan pengangkatan guru yang kurang,” jelas dia.
Rencana pengangkatan 100 ribu guru pada tahun ini akan dialokasikan untuk menggantikan guru yang pensiun sebanyak 60 ribu guru, dan untuk mencicil pengangkatan guru honorer yang belum diangkat dalam beberapa tahun terakhir dengan jumlah 40 ribu orang.
“Dalam rapat kabinet terbatas, Menteri Keuangan memberikan sinyal kemungkinan ada perhatian khusus untuk pendidikan, termasuk pengangkatan guru,” kata Menteri Muhajir.