Astudestra Ajengrastrı
06 Oktober 2018•Update: 07 Oktober 2018
Dildar Baykan
WASHINGTON
PBB pada Jumat mengumumkan rencana untuk mengucurkan dana bantuan sebesar USD50 juta untuk korban gempa dan tsunami di Indonesia.
Selama tiga bulan, PBB akan bekerja dengan pemerintah Indonesia untuk menyediakan pendampingan teknis guna membantu 191.000 korban pasca gempa dan tsunami yang menghancurkan sebagian Pulau Sulawesi.
Rencana ini diumumkan oleh Stephen Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB saat berbincang dengan wartawan.
Pada 28 September, gempa dengan kekuatan M 7,7 melanda Pulau Sulawesi yang memicu tsunami dengan ketinggian ombak hingga 3 meter.
Badan Negara Penanggulangan Bencana memperkirakan korban tewas sebanyak 1.571, sementara PBB memperkirakan lebih dari 2.500 orang luka-luka, menurut Dujarric.
Di awal pekan ini, PBB berkata mengalokasikan USD15 juta untuk mendampingi korban pasca bencana.
Meski begitu, rencana yang baru dirilis oleh PBB ini menunjukkan usaha yang lebih konkret dalam membantu pemerintah mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan dan membagikannya kepada korban.
Koordinator Masyarakat PBB di Indonesia Anita Nirody mencatat beberapa area, seperti Palu dan Donggala, terisolasi karena longsor dan kerusakan infrastruktur sehingga menimbulkan permasalahan akses dan transportasi untuk mengirim bantuan.
Nirody berkata rencana baru ini "berisi bukan hanya barang-barang untuk bantuan, tapi juga duungan logistik yang diperlukan untuk menyediakan bantuan kepada yang membutuhkan."
*Umar Farooq berkontribusi kepada artikel ini.